Ruang keluarga adalah panggung utama kehidupan sebuah keluarga. Di sinilah momen-momen berharga tercipta, mulai dari bersantai setelah beraktivitas hingga menonton film bersama di akhir pekan. Namun, saat si kecil mulai aktif menjelajah, ruangan ini seringkali dihadapkan pada sebuah tantangan desain yang familiar.
Seringkali, hasilnya mengarah pada dua kutub ekstrem yaitu ruang tamu “museum” yang kaku di mana anak-anak dilarang menyentuh apapun, atau “arena bermain” yang sepenuhnya diambil alih oleh lautan mainan. Kabar baiknya, Anda tidak harus memilih salah satu. Dengan beberapa strategi cerdas, Anda bisa merancang sebuah ruang keluarga yang harmonis aman untuk anak-anak, sekaligus tetap indah dan nyaman untuk orang dewasa.
1. Fondasi Utama: Pilih Perabot yang ‘Anti-Stres’

Landasan dari ruang keluarga yang ramah anak dimulai dari pemilihan furnitur yang tepat. Untuk sementara, lupakan meja kaca atau sofa berbahan sutra. Sebaliknya, prioritaskan tiga hal ini: keamanan, daya tahan, dan kemudahan perawatan.
Prioritaskan Material Tahan Noda
Tumpahan cairan adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan bersama anak-anak. Oleh karena itu, pilihlah sofa dengan material yang mudah Anda bersihkan. Kain sofa jenis performance fabric yang sudah memiliki lapisan anti noda adalah sebuah investasi cerdas. Alternatif lainnya adalah sofa berbahan kulit (leather) atau kulit sintetis berkualitas yang bisa Anda seka dengan mudah saat terjadi “kecelakaan” kecil.
Pilih Bentuk Tanpa Sudut Tajam
Hindari perabot dengan sudut runcing yang berisiko mencederai anak yang sedang aktif bergerak. Sebaiknya, pilihlah meja kopi berbentuk bundar atau oval. Opsi yang lebih aman dan cerdas lagi adalah mengganti meja kopi dengan sebuah ottoman besar yang empuk. Selain bebas dari benturan, ottoman juga bisa berfungsi sebagai tempat duduk tambahan.
2. Kunci Ketenangan: Sediakan Penyimpanan yang ‘Menghilangkan’ Kekacauan

Ini adalah kunci terpenting untuk menjaga kewarasan dan kerapian visual ruangan. Mainan yang berserakan adalah musuh utama dari tampilan ruang yang elegan. Solusinya bukanlah melarang anak bermain, melainkan menyediakan sistem penyimpanan yang membuat proses beberes menjadi sangat mudah.
Andalkan Penyimpanan Tersembunyi
Pilihlah furnitur yang memiliki fungsi ganda sebagai tempat penyimpanan. Sebagai contoh, meja kopi atau ottoman dengan ruang penyimpanan di dalamnya adalah solusi jenius untuk “melenyapkan” mainan dalam sekejap mata. Selain itu, manfaatkan dinding dengan memasang rak yang diisi dengan keranjang-keranjang atau kotak-kotak kain yang seragam. Tampilan luarnya akan tetap rapi, sementara di dalamnya mainan tersimpan dengan teratur.
Bangun Rutinitas Bebenah Cepat
Jadikan ini sebagai ritual keluarga. Setiap malam sebelum waktu tidur, luangkan 10 menit untuk melakukan sesi “bebenah kilat” bersama anak-anak. Anda bisa menjadikannya sebagai permainan untuk “mengantar pulang” semua mainan ke dalam keranjangnya. Kebiasaan ini akan memastikan ruangan Anda kembali tertata setiap harinya.
3. Terapkan Strategi Zonasi untuk Membatasi Area Bermain

Daripada membiarkan mainan dan aktivitas bermain menyebar ke seluruh penjuru, alokasikan satu sudut ruang keluarga sebagai zona bermain yang resmi. Cara ini akan membantu “membendung” kekacauan agar tetap terkonsentrasi di satu area saja.
Anda bisa mendefinisikan zona ini dengan mudah. Pertama, letakkan sebuah karpet yang empuk dan mudah dibersihkan di sudut tersebut. Kemudian, tempatkan rak penyimpanan mainan yang rendah dan mudah dijangkau oleh anak-anak menempel di dinding. Rak yang terbuka akan mendorong kemandirian mereka untuk mengambil dan mengembalikan mainannya sendiri.
4. Pilih Elemen Dekorasi yang Indah Sekaligus Tahan Banting

Memiliki anak kecil bukan berarti Anda harus menyingkirkan semua elemen dekorasi yang indah. Anda hanya perlu memilihnya dengan lebih strategis.
- Untuk Karpet: Pilih karpet dengan bulu yang tidak terlalu tebal (low-pile) agar lebih mudah divakum. Selain itu, karpet dengan sedikit pola atau warna yang beragam akan lebih baik dalam menyamarkan noda-noda kecil.
- Untuk Dinding: Pertimbangkan untuk menggunakan cat dengan hasil akhir satin atau semi-gloss (washable paint) yang nodanya bisa Anda bersihkan. Untuk hiasan, bingkai karya seni si kecil dengan bingkai yang seragam dan gantung bersama foto keluarga untuk menciptakan galeri dinding yang personal.
- Untuk Aksesori: Gunakan sarung bantal sofa yang bisa dilepas dan dicuci. Alih-alih pajangan keramik atau kaca, pilihlah objek dekorasi dari material yang lebih kokoh seperti kayu atau logam.
5. Ajarkan Konsep Ruang Bersama dan Rasa Kepemilikan

Terakhir, libatkan anak dalam proses penataan. Saat merancang zona bermain mereka, Anda bisa meminta pendapat mereka untuk memilih warna keranjang atau motif karpet. Dengan memberikan mereka sedikit rasa kepemilikan, mereka akan lebih termotivasi untuk ikut menjaga kerapian areanya.
Jelaskan kepada mereka dengan sederhana bahwa ruang keluarga adalah area milik bersama. Ayah dan Ibu punya sofa untuk bersantai, dan mereka punya area karpet untuk bermain. Mengajarkan konsep ruang bersama sejak dini adalah pelajaran berharga tentang rasa hormat dan tanggung jawab.
Kesimpulan: Menciptakan Ruang untuk Tumbuh Bersama
Menciptakan ruang keluarga yang ramah anak sejatinya bukanlah tentang pengorbanan selera desain. Sebaliknya, ini adalah tentang menemukan keseimbangan cerdas antara furnitur yang aman, penyimpanan yang memadai, dan penetapan zona yang jelas.
Dengan merancang sebuah ruang yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh anggota keluarga, Anda tidak hanya mendapatkan tata ruang yang lebih fungsional. Lebih dari itu, Anda sedang membangun sebuah fondasi yang nyaman untuk menciptakan momen-momen kebersamaan yang tak ternilai. Bagaimanapun, ruang keluarga adalah jantung rumah, maka pastikan ia berdetak untuk semua orang.


