Pernahkah Anda kesal melihat lantai kamar mandi atau dinding dapur? Meskipun ubin keramiknya masih bagus, namun garis-garis nat di antaranya tampak kusam, menghitam, atau bahkan retak. Nat yang rusak ini bisa secara drastis merusak keseluruhan estetika ruangan, membuatnya tampak lebih tua dan kurang terawat, tidak peduli seberapa sering Anda membersihkannya.
Banyak yang langsung berpikir solusinya adalah membongkar total semua keramik, sebuah pekerjaan yang tentu saja mahal, berantakan, dan memakan waktu. Tapi tunggu dulu! Ada cara yang jauh lebih hemat dan cerdas. Anda bisa memberikan “facelift” instan pada keramik Anda hanya dengan mengganti nat lamanya. Proyek yang dikenal dengan istilah regrouting ini sangat bisa Anda kerjakan sendiri (DIY) dan hasilnya akan sangat memuaskan.
Tanda-tanda Vital Nat Keramik Sudah Wajib Diganti
Tidak semua nat kotor perlu diganti. Jika hanya kotoran permukaan, terkadang pembersih khusus sudah bisa mengatasinya. Namun, Anda sudah harus mempertimbangkan untuk mengganti nat jika menemukan tanda-tanda kerusakan berikut:
- Retak atau Hancur: Nat yang sudah retak tidak lagi berfungsi sebagai segel pelindung. Ini menciptakan celah bagi air untuk merembes ke bawah keramik, yang berpotensi menyebabkan kerusakan lebih serius.
- Jamur yang Menetap: Jika bintik-bintik hitam jamur sudah tidak bisa dihilangkan dengan cairan pembersih sekuat apapun, artinya jamur sudah berakar hingga ke dalam pori-pori nat.
- Terlihat Keropos: Seiring waktu, nat bisa terkikis dan menjadi keropos. Permukaan yang tidak rata ini menjadi tempat favorit bagi kotoran dan bakteri untuk berkumpul.
Persiapan Proyek: Alat dan Material yang Diperlukan
Sebelum mulai, kumpulkan semua peralatan dan bahan yang Anda butuhkan. Ingat, keselamatan adalah yang utama. Selalu gunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata dari serpihan dan masker debu untuk pernapasan Anda.
Alat Utama:
- Pengeruk Nat (Grout Rake): Alat khusus dengan mata baja bergerigi untuk mengeruk nat lama secara efisien. Sebagai alternatif untuk area kecil, Anda bisa menggunakan ujung obeng minus yang kuat.
- Kuas Kecil & Penyedot Debu (Vacuum Cleaner): Untuk membersihkan celah nat dari sisa debu setelah pengerukan.
- Wadah Campur: Ember kecil atau wadah plastik bekas untuk membuat adukan nat.
- Raskam Karet (Rubber Float): Alat wajib untuk mendorong dan meratakan adukan nat baru ke dalam celah.
- Spons Besar & Kain Mikrofiber: Untuk membersihkan kelebihan nat dari permukaan keramik.
Bahan Utama:
- Bubuk Nat (Grout Powder): Tersedia dalam berbagai warna. Warna abu-abu muda atau krem adalah yang paling populer dan tidak mudah terlihat kotor.
- Air Bersih.
- Cairan Pelindung Nat (Grout Sealer): Langkah opsional namun sangat direkomendasikan untuk membuat nat baru Anda awet.
Panduan Praktis: Mengganti Nat Keramik Langkah demi Langkah
Proyek ini membutuhkan kesabaran, terutama pada tahap awal. Sebaiknya, kerjakan per bagian kecil (misalnya, area 1×1 meter) agar tidak kewalahan.
Langkah 1: Proses Pengerukan Nat Lama

Ini adalah bagian yang paling memakan waktu, namun paling menentukan hasil akhir. Gunakan alat pengeruk nat, posisikan di atas garis nat, lalu tarik dengan tekanan yang stabil dan kuat. Keruk nat lama hingga kedalaman sekitar 2-3 mm untuk memberikan ruang yang cukup bagi nat baru agar bisa merekat dengan kuat. Lakukan dengan hati-hati agar tidak menggores permukaan keramik.
Setelah selesai, gunakan kuas dan vacuum cleaner untuk membersihkan semua debu dari celah nat hingga benar-benar bersih.
Langkah 2: Membuat Adukan Nat Baru

Selalu ikuti petunjuk pencampuran pada kemasan produk. Namun, aturan umumnya adalah tuangkan bubuk nat ke dalam wadah terlebih dahulu, lalu tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk. Jangan sebaliknya. Aduk terus hingga Anda mendapatkan konsistensi yang kental dan mulus seperti pasta gigi. Setelah tercampur, diamkan adonan selama 5-10 menit.
Langkah 3: Aplikasi Adukan Nat ke Celah Keramik

Ambil adukan nat menggunakan raskam karet. Sebarkan di atas keramik, lalu pegang raskam pada sudut 45 derajat. Tekan dan dorong adukan secara diagonal untuk memastikan semua celah terisi penuh dan padat. Bekerja secara diagonal mencegah raskam “menggali” kembali nat yang baru saja Anda masukkan.
Langkah 4: Membersihkan Sisa Nat di Permukaan Keramik

Waktu adalah kunci di sini. Tunggu sekitar 15-30 menit setelah aplikasi. Nat akan mulai sedikit mengeras. Kemudian, ambil spons besar, basahi dengan air, dan peras sekuat mungkin hingga spons hanya lembap.
Gunakan sisi spons yang rata untuk menyeka kelebihan nat di permukaan keramik dengan gerakan ringan. Bilas spons sesering mungkin. Setelah beberapa jam, biasanya akan muncul lapisan kabut tipis (grout haze) pada keramik. Anda bisa dengan mudah menghilangkannya dengan menggosok permukaan keramik menggunakan kain mikrofiber kering.
Langkah Terakhir (Penting): Proteksi dengan Grout Sealer
Setelah nat baru benar-benar kering dan mengeras (biasanya antara 48-72 jam), saatnya Anda memberikan lapisan proteksi. Nat pada dasarnya bersifat porus dan bisa menyerap noda. Grout sealer akan menutup pori-pori tersebut.
Gunakan kuas kecil untuk mengoleskan sealer hanya pada garis nat. Jika ada yang tumpah ke keramik, segera lap. Langkah ini akan membuat nat baru Anda tahan air, anti jamur, dan sangat mudah dibersihkan di kemudian hari.
Kesimpulan: Dari Kusam Menjadi Kinclong Kembali
Proyek penggantian nat keramik memang membutuhkan ketelitian, namun ini adalah salah satu perbaikan rumah yang memberikan dampak visual paling dramatis dengan biaya yang relatif terjangkau. Anda akan terkejut melihat betapa besar perubahan yang dihasilkan hanya dengan memperbarui garis-garis di antara keramik.
Kini, lantai atau dinding keramik Anda tidak hanya tampak seperti baru, tetapi juga lebih bersih dan higienis. Selamat menikmati tampilan ruangan Anda yang segar berkat kerja keras Anda sendiri!


